Fakultas Hukum UNUSIA Gelar Expos Tahap 1 Kurikulum Prodi Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam untuk Perkuat Mutu Akademik
JAKARTA — Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sukses menyelenggarakan kegiatan Expos Tahap 1 Kurikulum Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Kegiatan ini merupakan langkah strategis fakultas dalam rangka evaluasi, penyelarasan, serta penguatan mutu kurikulum agar relevan dengan dinamika kebutuhan dunia profesional dan perkembangan ilmu hukum modern.
Acara yang berlangsung secara tatap muka di Smartclass Kampus A UNUSIA Jakarta ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, jajaran ketua program studi, Tim Pengembang Kurikulum, serta para dosen dan pemangku kepentingan (stakeholders) di lingkungan Fakultas Hukum UNUSIA. (Senin, 10 Agustus 2026)
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UNUSIA menyampaikan bahwa pemutakhiran kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta integrasi nilai-nilai ke-Aswaja-an menjadi fokus utama institusi.
"Expos Tahap 1 ini bukan sekadar agenda rutin administratif, melainkan wujud komitmen nyata kita untuk menghadirkan sistem pendidikan tinggi hukum yang progresif, responsif, kompetitif, dan unggul. Kurikulum Prodi Ilmu Hukum dan HKI harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah," ujar Dekan Fakultas Hukum UNUSIA dalam sesi pembukaan.
Sinkronisasi Kompetensi dan Kebutuhan Zaman
Pada sesi pemaparan Expos Tahap 1, masing-masing perwakilan Tim Kurikulum Prodi Ilmu Hukum dan Prodi Hukum Keluarga Islam memaparkan draf struktur kurikulum terbaru. Pemaparan tersebut mencakup:
Restrukturisasi Mata Kuliah Inti: Penyesuaian bobot SKS dan sebaran mata kuliah dari semester awal hingga akhir agar selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi serta merespons tren industri hukum terkini.
Penguatan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Optimalisasi konversi mata kuliah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengikuti program magang, penelitian, pertukaran pelajar, dan proyek independen.
Integrasi Nilai Keislaman dan Keindonesiaan: Penyelarasan materi hukum positif dengan nilai-nilai hukum Islam (khususnya pada Prodi HKI) serta penanaman karakter kebangsaan yang kuat bagi mahasiswa.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan masukan konstruktif dari para peserta yang hadir. Berbagai catatan strategis dihimpun guna menyempurnakan draf kurikulum sebelum nantinya dilanjutkan ke tahap finalisasi dan pengesahan akademis.
Melalui penyelenggaraan Expos Tahap 1 Kurikulum ini, Fakultas Hukum UNUSIA optimis dapat terus mencetak lulusan atau sarjana hukum yang memiliki kompetensi tinggi, berintegritas, berdaya saing global, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.





